A N T I B I O T I K
Antibiotika adalah zat yang
dihasilkan oleh mikroorganisme yang pada konsentrasi tertentu dapat menghambat
atau membunuh mikroorgamisme lain
1928 ® Alexander Fleming menemukan penisilin dari Penicillium
notatum
1929 ® dipublikasikan
1941 ® dicobakan pada manusia
1942 ® Dr. Salman A. Waksman streptomisin dari Streptomyces griseus
Pada umumnya dibuat secara
mikrobiologis ( biakan mikroorganisme ), semisintetik dan sintetik
SIFAT UMUM
1. Berbentuk serbuk putih
2. Tidak berasa, sedikit pahit dan pahit
3. Tidak berbau kecuali golongan penisilin
4. Larut dalam air atau alkohol, yang kurang larut mis.
kloramfenikol
5. Reaksi penggolongan sulit dilakukan karena strukturnya
berbeda
REAKSI
WARNA
1. Asam – asam pekat 7. Piridin + NaOH pekat, panaskan di WB
2. FeCl3 8. Cu(NO3)2 amoniakal (
lihat eritromisin )
3. Roux 9.
NaOH dil, panaskan, netralkan dengan HCl + FeCl3
4. Fehling 10.
Weber
5. Marquis
6. Frohde
REAKSI
KRISTAL
1. Aseton – air
2. Fe kompleks
3. Dragendorf
REAKSI
MASING – MASING ZAT
1. Ampisilin
·
Merupakan serbuk
putih kecoklatan
·
Bau : khas
·
Zat + 1 ml air + 2 ml Larutan Fehling ® ungu ( fuhsin )
·
Zat + 3 ml NaOH + 0,3 g hidroksilamin HCl, biarkan 5 menit + HCl 6 N ad
asam + 1 ml FeCl3 ® ungu-merah
kotor
·
Reaksi kristal :
AA
2. Kloramfenikol
·
Zat + 2 g NaOH +
3 ml air, panaskan ad mendidih ®kuning
·
Zat + 3 ml
etanol 70% + 7 ml air + 200 mg serbuk Zn, panaskan di WB 10 menit, saring.
a. Filtrat + benzoilklorida, kocok 1 menit + 3 ml FeCl3
® merah ungu pekat
b. Filtrat + 3 ml HCl encer + NaNO2 10% + 10 mg
2-naftol dalam 5 ml NaOH 15% ® merah jingga
c. Filtrat + HNO3 ad asam + AgNO3 ® endapan AgCl
·
Reaksi kristal :
AA
3.
Eritromisin
·
Kocok dengan H2SO4
pekat ® merah coklat
·
HNO3
pekat ® merah ungu coklat
·
Zat + air +
Cu(NO3)2 amoniakal, biarkan 5 menit, panaskan ® abu-abu coklat
·
Zat + aseton +
HCl ® jingga ® merah ® merah tua keunguan, + CHCl3 ® lapisan CHCl3 ungu
·
Reaksi kristal :
AA, Fe kompleks, reinechat
4.
Sefalexin
·
Zat + asam
asetat glacial 1% + CuSO4 1% + NaOH ® hijau
·
Reaksi kristal :
AA
5.
Streptomisin
·
Reaksi Maltol
Cara : Zat + air + NaOH, panaskan
di WB 5 menit, dinginkan + Fe(NH4)3 + HCl ® merah tua
·
Reaksi Sakaguchi
Cara : zat + air + NaOH + 1-naftol
0,05% dalam etanol 60%, dinginkan ad 15°C + Na hipobromat ® merah ungu
·
Zat + reagen
Weber ® jingga rosa
·
Zat + air +
NaOH, panaskan di WB ® kuning + HCl + FeCl3 ® ungu
·
Frohde ® hijau ( agak lama )
·
Roux ® merah delima + asam asetat ®kuning
Reaksi
|
Streptomisin
|
Dihidrostreptomisin
|
Roux
|
Merah
delima
|
Rosa merah coklat stabil
|
Nessler
|
Positif
|
Negatif
|
Frohde
|
Hijau
|
Negatif
( biru samar )
|
Weber
|
Jingga
rosa
|
Merah
jingga
|
Reaksi
Sakaguchi
|
Merah
ungu
|
Merah
|
NaOH +
HCl + FeCl3
|
Ungu
|
Ungu
muda
|
6. Tetrasiklin
·
Larutan dalam
air ® kuning
·
Zat + H2SO4
pekat ® ungu, encerkan dengan air ® kuning
·
Zat + H2SO4
pekat ® ungu + FeCl3 1% ® coklat atau merah coklat
·
Reaksi gabungan
dengan asam sulfanilat terdiazotasi
Cara : zat + NaOH + ( asam
sulfanilat + NaNO2 10% sama banyak ) ® merah tua
·
FeCl3
+ etanol, panaskan ®
merah kersen
·
Larutan 1% buat
pH netral, didihkan ® fluorescensi biru kuat
7. Kanamisin
SO4
·
Zat + air + (
ninhidrin dalam butanol 1:50 ) + piridin, panaskan di WB 5 menit + air ® lembayung tua
·
Roux ® coklat ( spesifik )
·
Reaksi kristal :
AA
8. Rifampisin
·
Serbuk merah tua
·
Reaksi kristal :
AA tetes minyak merah tua
S

