Senin, 28 April 2014

AntiHistamin



HISTAMIN
Histamin adalah senyawa normal yang ada dalam jaringan tubuh yaitu pada jaringan sel mast dan peredaran basofil, yang berperan terhadap berbagai proses fisiologis penting.
Efek histamin pada beberapa organ :
  1. vasodilatasi kapiler sehingga permeable terhadap cairan dan plasma protein sehingga menyebabkan sembab, rasa gatal, dermatitis, urtikaria
  2. merangsang sekresi asam lambung sehingga menyebabkan tukak lambung
  3. meningkatkan sekresi kelenjar
  4. meningkatkan kontraksi otot polos bronkus dan usus
  5. mempercepat kerja jantung
  6. menghambat kontraksi uterus

ANTIHISTAMIN

Antihistamin  merupakan  obat  yang  digunakan untuk menghilangkan gejala alergi
Mekanisme kerja : menduduki reseptor histaminergik sehingga histamin tidak dapat menduduki reseptor histaminergik dan reaksi alergi tidak terjadi
SIFAT UMUM
1.    Umumnya bersifat basa karena adanya N-tersier bebas
2.    Dalam bentuk basa larut dalam kloroform dan pelarut organik lain
3.    Larut dalam HCl menjadi bentuk garam yang larut dalam air dan etanol
4.    Rasanya pahit
5.    Tidak ikut menguap dengan destilasi uap
6.    Sifatnya hampir sama dengan alkaloid, antihistamin umumnya memberi warna dengan asam kuat pekat, sedangkan alkaloid hanya beberapa yang memberi warna. Pada pengenceran dengan air, antihistamin akan terjadi perubahan warna, tetapi alkaloid akan menghilangkan warna

REAKSI PENGGOLONGAN
Zat + asam pekat → timbul warna + air → warna berubah
1.    Dengan HSO4 pekat
Hampir semua antihistamin memberi warna kecuali antistin dan CTM
Setelah timbul warna + air → berubah warna, beberapa ada yang hilang yaitu :
a.    Benadril ( difenhidramin HCl ) : jingga – merah tua → hilang
b.    Avil : kuning → hilang
c.    Neoantergen : merah cherry → hilang
2.    Dengan HNO3 pekat
Antihistamin  → memberi warna ( semuanya )
Alkaloid → hanya brusin ( merah darah )
Pseudoalkaloid → fenasetin → jingga


REAKSI WARNA
1.    Asam pekat
2.    Marquis
3.    Frohde ( NH4 molibdat dan HSO4 pekat )
4.    Mandelin (NH4 vanadat dan HSO4 pekat)
5.    FeCl3

REAKSI KRISTAL
1.    Aseton - air
2.    AuCl3
3.    PtCl
4.    Asam pikrat
5.    Asam pikrolon
6.    PbCl2
7.    garam Reineckat
Cara : zat + HCl 0,2N ad larut + reagen → endapan amorf, dipanaskan dengan api kecil hingga larut lagi, dinginkan → endapan kristal spesifik

REAKSI MASING – MASING ZAT
1.    Antistin ( antazolin HCl )
·         HNO3 pekat → merah lama – lama hijau + air → hijau kuning
·         HSO4 pekat → gelembung gas, pinggir merah jingga
·         Frohde → merah lemah
·         Reaksi Vitali-Morin → merah coklat
Cara : Zat + 0,5 ml asam nitrat berasap uapkan di WB ad kering, dinginkan, sisa kering berwarna kuning larutkan dalam 5 ml aseton dan tetesi 1 ml KOH-etanol 0,1 N sampai timbul warna
·         Reaksi kristal HgCl2
2.    Incidal ( omeryl )
·         HSO4 pekat
·         Reaksi King → positif
·         HNO3 pekat → hijau → kuning
·         Reaksi kristal : AA, HgCl2
3.    Avil ( pheneramin )
·         HNO3 pekat → kuning
·         HSO4 pekat → negatif ( coklat kuning lemah )
·         CuSO4 → coklat
·         Aqua iod → merah lama – lama  hitam
·         FeCl3 → coklat muda – rosa
·         pDAB-HCl → jingga
·         Reaksi kristal :AA

4.    Largactil ( chlorpromazine HCl )
·         H2SO4 pekat → rosa violet → ungu
·         HNO3 pekat → endapan rosa violet yang cepat hilang dan filtrat kuning + AgNO3 → endapan putih
·         FeCl3 → merah
·         Vitalli Morin → jingga
·         Dalam H2SO4 → merah cherry bila :
                                          i.    Dipanaskan → coklat merah
                                         ii.    + larutan  bikromat → coklat muda
5.    CTM ( chlorfeniramin maleat )
·         HSO4 pekat → ( - )
·         HNO3 pekat → kuning
·         Marquis → kuning
·         Frohde → kuning
·         Nesler → kuning rosa
·         Zat + piridin + NaOH → kuning coklat
·         Reaksi Kristal : asam pikrat, reineckat
6.    Phenergan ( prometazin HCl )
·         HSO4 pekat → merah muda + air → tetap
·         HNO3 pekat → merah magenta cepat hilang, panaskan di WB → jingga kuning
·         Marquis → merah magenta
·         Frohde → merah violet
·         HSO4 pekat + HNO3 pekat → hijau kuning
·         Reaksi kristal : reineckat, aseton-air
7.    Benadryl ( diphenhidramin HCl )
·         HSO4 pekat → jingga merah + air → warna tetap
·         HSO4 pekat + HNO3 pekat → ungu
·         Belstein → +
·         Marquis → kuning
·         Mayer → ungu
8.    Antimo ( dramamin, dimenhidrinat )
·         HSO4 pekat → merah jingga
·         HNO3 pekat → ( - )
·         FeCl → merah coklat
·         Marquis → kuning coklat
·         Frohde → kuning jingga

 Semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar